Berhala Pendua

Banyak orang yang pontang panting meminta
Melakukan ziarah keberbagai makam mulia
Dengan maksud dan tujuan tidak semestinya
Mereka semua mengeluhkan nasib hidupnya
Sedih dengan kariernya yang tak kunjung tiba
Jodoh yang tak kunjung datang
Kekayaan yang tak mengenal kaya
Kemewahan yang tak terasa indahnya
Anak nakal yang membangkang pada dirinya
Dagangan-dagangan tak dijumpai pembelinya
Penyakit yang tak kunjung datang obatnya
Istri yang masih kedatangan bulan
Sampai suami yang mendatangi bulan ditepi jalan

Kenapa aku seperti ini terus
Kenapa aku seolah-olah tak ter-urus
Kenapa kebahagiaan langka didalam hatiku
Tak ada senyum yang singgah menyapa mukaku
Tolonglah aku agar aku tidak sampai tergerus
Oleh perubahan era yang begitu banyak tipu daya jurus
Aku sudah tidak memiliki keyakinan lagi akan hidup lurus
Bahkan aku sudah tidak percaya kepada siapa pun
Apalagi para politikus yang hobi bikin kasus
Pengadil yang kerjaannya menggadaikan keadilan
Pengaman yang suka menjual keamanan
Entah kenapa sungguh banyak permasalahan dihidupku
Tolonglah aku... tolong lah sekali saja...

Tiba-tiba angin bertiup kencang di kompleks makam
dan terdengar suara yang begitu menggetarkan

Wahai manusia-manusia yang telah mendua
Bagaimana engkau akan kaya
Kalau engkau masih mendua
Bagaimana kariermu akan naik
Jika engkau masih asyik mendua
Bagaimana jodohmu akan datang
Dikala engkau hobinya mendua
Bagaimana pemerintahan negaramu adil
Jika semua orang didalamnya jago mendua
Kalian semua memang hobi mendua
Sampai-sampai aku yang seharusnya tidur
Engkau bangunkan demi kepentinganmu
Sudahlah jangan meminta-minta kepadaku
Aku ini sudah seharusnya menikmati hidupku
Dialam kubur yang indah penuh berkah
Jangan engkau ajak-ajak aku pada hidupmu
Aku tidak ingin menjadi penghalang

Wahai kaum pendua
Kalian menduakan Tuhan dengan meminta kepadaku
Meminta dan menyandarkan harapan pada manusia
Berharap kepada sesuatu yang tidak patut diharapkan
Sehingga pantas, jika jodoh dan rizkimu sulit
Pantas jika kebahagiaan enggan singgah
Pantas jika masalah menimpa dirimu
Kenapa semua ini terjadi, karena
Kalian menduakan Tuhan dengan pekerjaan kalian
Kalian menduakan Tuhan dengan gadget kalian
Kalian menduakan Tuhan dengan kursi kalian
Kalian menduakan Tuhan dengan popularitas kalian
Kalian menduakan Tuhan dengan istri cantik kalian
Kalian menduakan Tuhan dengan mobil mewah kalian
Kalian menduakan Tuhan dan membangun berhala
Berhala yang tanpa kalian sadari
Berhala yang telah mencuri kesejatian cinta
Berhala yang menghalangi nur dari Tuhan

Awas banyak berhala
Awas banyak hal yang bisa menyebabkan kita mendua
Bukan berarti materi, harta, benda dilarang dalam beragama
Tetapi rohanikanlah apa apa yang telah diberikan oleh-Nya
Agar tidak menjadi penghalang hubungan kita kepada Dia
Allah Yang Maha Kaya
Allah Yang Maha Kuasa


Denting Puisi,
Ali Arifin
Loireng, Demak, 24 Desember 2014

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel