Kamu Tega Tapi Tega

Entah apa yang tertulis
Entah apa yang membuat tangis
Berasa teriris~iris
Tergerus kemiris
Ku lihat engkau memicingkan
Matamu bak tertutup cor
Engkau tidak merasa bocor
Ketika melihat rintih
Rintih kemiskinan
Jerit perekonomian
Engkau sungguh sangat tega
Mempertontonkan gairah
Gairah kelupaan akan ketiadaan
Uangmu kau berikan ke wanita
Wanita yang jelas bukan siapa siapa
Bukan istri, bukan saudara
Apa lagi para tetangga
Ijinkan aku bertanya duhai engkau
Berapa rupiah uangmu
Berapa banyak mobilmu
Berapa jumlah rumahmu
Aku yakin, engkau berkecukupan
Tapi engkau tega menyakiti
Menyakiti hati saudaraku
Saudara yang tinggal di pinggir jalan
Yang terlindas keangkuhan
Keangkuhan tidak berbagi
Kelupaan untuk mengingat
Tadi ku melihat engkau
Yang memberi apa yang setidaknya
Apa yang bukan semestinya
Sakit.... sakit.... semua sudah sakit..
Jelas puisi ini bukan kamu
Bukan kamu tapi kamu

Ali Arifin
Denpasar, Bali, 09 Januari 2015
Denting Puisi

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel