Pesan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani tentang Permasalahan Hidup


Sebenarnya saya merasa maju mundur  untuk memposting tulisan kali ini. Karena saya sangat takut jika dianggap menggurui  para pembaca (yang secara tidak sengaja mampir di blog ini). Namun rasa dan gejolak batin saya tidak mampu saya bendung, sehingga terpaksa saya harus memberanikan diri untuk mempostingnya, agar bisa menjadi penanda dan pengingat saya dalam menjalani kehidupan ini. Sekali lagi saya tidak memiliki maksud untuk menggurui. Saya hanya sekadar menuliskannya saja, agar tidak terlupakan.


Perkenankan saya memulai tulisan ini. Kemarin sore, entah kenapa tiba-tiba tangan saya tergerak untuk mengambil buku yang saya pinjam dari sahabat baik sekaligus guru saya. Saya pun membuka dan membaca buku itu secara tidak berurutan (meloncat-loncat), dan akhirnya menemukan sebuah pesan dari Syaikh Abdul Qadir Al- Jailani yang sangat cocok untuk diri saya yang sangat diselimuti kegelapan. Berikut ini pesan yang Beliau sampaikan :


“Jika kamu merasa perubahan, kesempitan dalam usaha, dan kesulitan dalam mencari rezeki, ketahuilah bahwa itu karena kau meninggalkan perintah Allah dengan mengikuti hawa nafsu. Jika kau merasa orang-orang berbuat semena-mena kepadamu dan kegelapan menyelimuti diri, keluarga, harta, dan anakmu, ketahuilah bahwa itu karena kau melanggar larangan-larangan-Nya, menahan hak-hak orang lain, dan melanggar batas-batas. Jika hatimu tertumpuk rasa derita dan gelisah, ketahuilah bahwa itu karena kau tidak yakin dan meridhai takdir yang telah Allah berikan kepadamu. Pada saat itu semua terjadi, kau harus menyesal dan kembali dari semua ini……” (Syaikh Abdul Qadir Al- Jailani)




Semoga pesan Beliau Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani ini bisa menjadi salah satu bahan introspeksi yang baik bagi saya dalam mengarungi samudera kehidupan ini yang penuh artifisial semata. Dan untuk mengakhiri tulisan saya kali ini, saya ingin mengutip pesan dari salah satu tokoh Sufi Syaikh Hatim Al-Asham. Yang pesannya sebagai berikut ;


“Tetaplah melayani Tuhanmu, kelak dunia akan menghampirimu dengan segan, sedangkan akhirat akan menghampirimu dengan kerinduan.” (Syaikh Hatim Al-Asham)

Maaf dan terima kasih.
Salam,
Ali Arifin
Loireng, Demak, 30  Agustus 2017
------------------------------------------------
1 Al-Ghunyah, h.140.


2 Thabaqat Al-Shufiyyah, h.97.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel